Tito
si “Telat”
Hari minggu ini Tito dan Megi akan bertemu untuk mengerjakan
tugas ekonomi di taman. Megi yang mengetahui jika Tito selalu terlambat kalau
ada pertemuan, dia mengingatkan Tito agar tidak terlambat.
“Kring..kring..kring” bunyi hp Tito.
“Kenapa gi?” Tanya Tito dengan muka ngantuk.
“Kamu baru bangun?! Kita
kan mau ngerjain tugas sebentar lagi di taman.” Megi dengan nada tinggi.
“Engga kok, sebentar
lagi juga aku berangkat.” Jawab Tito
“Awas ya kalo
terlambat!” Balas Megi
“Iya tenang aja, bawel
banget.” Jawab Tito
Megi
segera berangkat ke taman karena rumahnya jauh dari taman, sedangkan Tito hanya
butuh waktu 15 menit untuk sampai di taman. Setelah sampai taman, Megi ke
tempat yang telah disepakati oleh Tito sebelumnya. Tapi di tempat itu tidak ada
Tito, Megi langsung menghubungi Tito. Dan ternyata Tito belum Berangkat.
“Tito!! Kamu dimana? Aku udah sampai
nih” Tanya Megi
“Ng..Aku baru selesai makan gi, sabar sedikit ya. Rumah aku
deket ini
sama taman. Oke?” Tito yang meyakinkan Megi.
“Ah, gimana sih. Kita kan janjiannya jam segini. Kebiasaan deh
ah” Megi
sedikit kesal.
“Yaudah maaf,maaf..” Tito dengan nada minta belas kasihan.
“Yaudah cepet!!” Megi menutup telepon.
Sementara
Megi menunggu Tito, dia mulai mengerjakan tugas sebisa dia. Setelah beberapa
lama, Megi mulai kesal karena Tito tidak kunjung datang. Ketika Megi mau
menelfon Tito, Megi malah dikejutkan Tito dari belakang. Megi langsung kaget
memukul Tito yang terlambat.
“Kamu kemana aja sih baru dateng?!
Aku nunggunya lama tau, malah udh
mau selesai nih tugasnya” Megi
dengan muka badmood.
“ng..tadi aku.. nganterin Ibuku dulu
ke pasar” Tito yang sedang
berbohong.
“Ah kamu pasti bohong, kerjaan kamu
kan terlambat mulu, dari masuk
sekolah lah, ketemuan lah. Selalu ngaret. Kapan
berubahnya coba.
“Iya iya, aku salah. Yaudah sekarang
kita langsung ngerjain tugas biar
cepet selesai” Tito mengalihkan
pembicaraan.
“Bisanya ya kamu, lagi salah juga”
Megi Membalas
“hehehe” Tawa Tito.
Setelah
mereka menyelesaikan tugas, mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Keesokan harinya
mereka sekolah, tapi Tito terlambat masuk sekolah yang menyebabkan dia harus ke
ruang guru karena sudah sangat sering telat.
“Tito, kenapa kamu sering sekali
terlambat? Apa kamu kerja malam? Atau
begadang terus?” Tanya Bu Ema
“Engga bu engga” Singkat Tito
“Terus kenapa?” Bu Erma serius
“Sebenarnya telat itu udh menjadi
kebiasaan saya bu, jadi menurut saya
telat itu tidak apa-apa” Tito
menunduk.
“Gini loh To, kamu kalo telat terus
dalam segala hal. Banyak ruginya, dari sanksi,
susah bertahan di suatu pekerjaan kalau telat terus. Kamu mau
seperti itu, pasti tidak kan? Maka dari
itu kamu harus merubah sikap
kamu, menjadi siswa yang lebih baik.”
Bu Erma menasehati.
“Oh gitu ya bu? Waduh kalau kaya
gitu gawat bu saya, saya akan
berusaha merubah sikap saya bu. Makasih ya bu
pencerahannya.” Sadar
Tito
Tito, yang telah
mendapat nasehat dari Bu Erma agar merubah sikapnya agar tidak telat lagi. Waktu
demi waktu dia mulai jarang telat, selang waktu sebulan dia sudah tidak telat
lagi. Sikap dia yang seperti ini mulai dapat perhatian dari guru dan
teman-temannya yang tadinya tidak suka melihat sikap Tito yang selalu telat dan
tidak bertanggung jawab.
No comments:
Post a Comment