Wednesday, 20 August 2014

Cerpen Tentang Revolusi/Perubahan

Tito si “Telat”

Hari minggu ini Tito dan Megi akan bertemu untuk mengerjakan tugas ekonomi di taman. Megi yang mengetahui jika Tito selalu terlambat kalau ada pertemuan, dia mengingatkan Tito agar tidak terlambat.
“Kring..kring..kring” bunyi hp Tito.
“Kenapa gi?” Tanya Tito dengan muka ngantuk.
“Kamu baru bangun?! Kita kan mau ngerjain tugas sebentar lagi di taman.” Megi dengan nada tinggi.
“Engga kok, sebentar lagi juga aku berangkat.” Jawab Tito
“Awas ya kalo terlambat!” Balas Megi
“Iya tenang aja, bawel banget.” Jawab Tito
Megi segera berangkat ke taman karena rumahnya jauh dari taman, sedangkan Tito hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di taman. Setelah sampai taman, Megi ke tempat yang telah disepakati oleh Tito sebelumnya. Tapi di tempat itu tidak ada Tito, Megi langsung menghubungi Tito. Dan ternyata Tito belum Berangkat.
            “Tito!! Kamu dimana? Aku udah sampai nih” Tanya Megi
“Ng..Aku baru selesai makan gi, sabar sedikit ya. Rumah aku deket ini
sama taman. Oke?” Tito yang meyakinkan Megi.
“Ah, gimana sih. Kita kan janjiannya jam segini. Kebiasaan deh ah” Megi
sedikit kesal.
“Yaudah maaf,maaf..” Tito dengan nada minta belas kasihan.
“Yaudah cepet!!” Megi menutup telepon.
Sementara Megi menunggu Tito, dia mulai mengerjakan tugas sebisa dia. Setelah beberapa lama, Megi mulai kesal karena Tito tidak kunjung datang. Ketika Megi mau menelfon Tito, Megi malah dikejutkan Tito dari belakang. Megi langsung kaget memukul Tito yang terlambat.
            “Kamu kemana aja sih baru dateng?! Aku nunggunya lama tau, malah udh
            mau selesai nih tugasnya” Megi dengan muka badmood.
            “ng..tadi aku.. nganterin Ibuku dulu ke pasar” Tito yang sedang
            berbohong.
            “Ah kamu pasti bohong, kerjaan kamu kan terlambat mulu, dari masuk
             sekolah lah, ketemuan lah. Selalu ngaret. Kapan berubahnya coba.

            “Iya iya, aku salah. Yaudah sekarang kita langsung ngerjain tugas biar
            cepet selesai” Tito mengalihkan pembicaraan.
            “Bisanya ya kamu, lagi salah juga” Megi Membalas
            “hehehe” Tawa Tito.
Setelah mereka menyelesaikan tugas, mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Keesokan harinya mereka sekolah, tapi Tito terlambat masuk sekolah yang menyebabkan dia harus ke ruang guru karena sudah sangat sering telat. 
            “Tito, kenapa kamu sering sekali terlambat? Apa kamu kerja malam? Atau
            begadang terus?” Tanya Bu Ema
            “Engga bu engga” Singkat Tito
            “Terus kenapa?” Bu Erma serius
            “Sebenarnya telat itu udh menjadi kebiasaan saya bu, jadi menurut saya
            telat itu tidak apa-apa” Tito menunduk.
            “Gini loh To, kamu kalo telat terus dalam segala hal. Banyak ruginya, dari sanksi, susah bertahan di suatu pekerjaan kalau telat terus. Kamu mau
            seperti itu, pasti tidak kan? Maka dari itu kamu harus merubah sikap
            kamu, menjadi siswa yang lebih baik.” Bu Erma menasehati.
            “Oh gitu ya bu? Waduh kalau kaya gitu gawat bu saya, saya akan
             berusaha merubah sikap saya bu. Makasih ya bu pencerahannya.” Sadar
             Tito
Tito, yang telah mendapat nasehat dari Bu Erma agar merubah sikapnya agar tidak telat lagi. Waktu demi waktu dia mulai jarang telat, selang waktu sebulan dia sudah tidak telat lagi. Sikap dia yang seperti ini mulai dapat perhatian dari guru dan teman-temannya yang tadinya tidak suka melihat sikap Tito yang selalu telat dan tidak bertanggung jawab.











No comments:

Post a Comment